Showing posts with label kuliah ekonomi. Show all posts
Showing posts with label kuliah ekonomi. Show all posts

Tuesday, January 10, 2017

Contoh Makalah Teori Konjungtur

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Konsep flow dan konjungtur selalu berkaitan sebab terjadi aliran/flow yang menjelaskan tentang konjungtur itu sendiri dalam ekonomi. Berbicara tentang konjungtur, tidak dapat lepas dari sistem ekonomi. Sistem ekonomi suatu negara, akan selalu mengalami gelombang pasang surut pertumbuhan ekonomi beserta indikator-indikatornya seperti kesempatan kerja, investasi, tabungan, tingkat suku bunga, besarnya anggaran negara.
Makalah ini membahas tentang Teori Konjungtor dan hal-hal yang berkaitan dengannya.
1.2.  Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan kami bahas adalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan konjungtor?
2. Bagaimana kegiatan ekonomi dalam gelombang konjungtor?
3. Apa penyebab gelombang konjungtor?
1.3.  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan konjungtor
2. Untuk mengetahui kegiatan ekonomi dalam gelombang konjungtor
3. Untuk mengetahui penyebab terjadinya gelombang konjungtor

BAB 2
ISI
2.1. Teori Konjungtor
Teori konjungtur Menurut Sadono, konjungtur adalah kenyataan yang berlaku dalam perekonomian yang menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi mengalami kenaikan atau kemunduran yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Gambaran atau grafik mengenai konjungtur adalah suatu grafik yang menunjukkan perubahan pendapatan nasional dan kegiatan ekonomi dari satu waktu ke waktu lain.
Ekonomi tidak bisa tumbuh terus tanpa batas. Kehidupannya selalu ditandai oleh fluktuasi dengan periode meningkatnya kegiatan ekonomi, disusul dengan titik puncak yang sekaligus merupakan titik balik (the upper turning point). Terjadi krisis, yang disusul dengan periode menurunnya kegiatan ekonomi, atau baisse, sampai tingkat pertumbuhan dan besaran-besaran makro ekonomi lainnya mencapai titik paling rendah. Terjadilah titik balik terendah (the lower turning point), disusul dengan periode kenaikan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, atau economic boom, atau hausselagi. Gejala pasang surutnya kegiatan ekonomi secara periodik di dalam teori ekonomi disebut business cycle atau conjunctur.
Gelombang konjungtur (economic cycle) adalah naik turunnya kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu (Business Cycle). Naik turunnya kegiatan ekonomi membentuk satu gelombang. Fluktuasi atau perubahan yang terjadi kegiatan perekonomian disebut sebagai konjungtur atau business cycle. Yang menjadi pokok permasalahan timbulnya konjungtur menurut teori moneter adalah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Apabila masyarakat banyak memegang uang, maka akan timbul kecenderungan mempergunakan uangnya untuk keperluan konsumsi dan investasi, sedangkan sebaliknya, apabila uang sulit diperoleh, maka pengeluaran dunia bisnis dan masyarakat juga akan berkurang. Pengurangan jumlah uang sampai pada tingkat minimum ini akan menghalangi upaya dari perusahaan untuk melakukan ekspansi.
Kecenderungan masyarakat untuk mengurangi tingkat konsumsinya dan lebih banyak melakukan kegiatan menabung akan menyebabkan pengeluaran total tidak akan mencukupi untuk mempekerjakan semua angkatan kerja. Besarnya tingkat tabungan masyarakat ini, walaupun bisa dijadikan sebagai sumber investasi tapi kurang menguntungkan karena adanya tabungan masyarakat tersebut diikuti dengan rendahnya tingkat konsumsi masyarakat. Investasi sebagai kekuatan pendorong yang menentukan konjungtur akan berpengaruh terhadap gerakan konjungtur.
Adanya peperangan, penemuan tambang emas, kejadian-kejadian politik, dan perubahan cuaca juga menyebabkan terjadinya goncangan ekstern yang mendorong timbulnya konjungtur. Goncangan-goncangan ini akan memberikan dorongan ke atas maupun ke bawah pada sistem perekonomian dan akan lebih diperkuat lagi oleh faktor-faktor intern.
Pengaruh dari adanya konjungtur terhadap perekonomian Indonesia sangat terasa pada neraca perdagangan Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia selama ini mengadakan hubungan dagang dengan negara-negara di dunia, karena itu terjadinya perubahan volume ekspor dan impor akan tampak sekali. Selain berpengaruh terhadap neraca perdagangan aktivitas perekonomian di dalam negeri, juga akan berpengaruh terhadap aktivitas usaha, penyerapan tenaga kerja, tingkat investasi, tingkat harga di dalam negeri, dan sebagainya.
Usaha pemerintah Indonesia untuk menanggulangi akibat adanya konjungtur adalah melalui beberapa kebijaksanaan fiskal dan moneter seperti deregulasi, diberlakukannya undang-undang perpajakan yang baru, dan menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang asing.

2.2. Kegiatan Ekonomi dalam Gelombang Konjungtor
            Kegiatan ekonomi dalam gelombang konjungtor adalah sebagai berikut.
1. Menaik (recovery) = Pemulihan
Maksud dari pemulihan itu sendiri adalah bisnis yang sudah mengalami kebangkrutan harus disuntikkan lagi agar dapat memulihkanperusahaannya sendiri agar dapat berproduksi lagi.
2. Sampai pada puncak paling atas (prosperity) / Ekspansi
Maksud dari menanjak dan ekspansi adalah jika perusahaan tersebut sudah mulai berproduksi, maka perusahaan akan memulai memasarkan produk. Jika perusahaan tersebut sudah memasarkan dan merambah seluruh pasar, maka bisa dikatakan perusahaan tersebut sudah melakukan ekspansi dan sudah sampai pada puncak paling atas.
3. Menurun (recession) = kelesuan
Maksud dari kelesuan disini, adalah jika perusahaan sudah memasarkan produk, ternyata produk dari perusahaan tersebut sudah tidak laku, maka perusahaan tersebut mengalami kelesuan dalam berproduksi.
4. Sampai puncak paling bawah (depression)= kemerosotan
Maksud dari kemerosotan adalah setelah mengalami resesi, jika segera ditangani maka perusahaan tersebut bisa bangkrut dan mengalami kemerosotan. Kemerosotan tersebut disebabkan banyak produksi berkurang, tidak menjaga kualitas produk serta terjadi KKN dalam perusahaan tersebut.
Durasi Siklus dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
1. Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle)
Penemu: Joseph Kitchin (1923)  Durasi: 40 bulan 
Faktor yang mempengaruhi: Custom & NaturePengaruh alamiah (Nature): iklim, pengaruh sinar matahari, curah hujan, kekuatan angin, gelombang laut memengaruhi aktivitas ekonomi.Pengaruh adat-istiadat (Custom):  perayaan hari raya mempengaruhi permintaan masyarakat.
2. Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle) 
Penemu: Clement Juglar (1860) Durasi: 7-11 tahun.  Faktor yang memengaruhi: SunspotWilliam Stanley Jevon menjelaskan: siklus ekonomi di bumi (perekonomian di Inggris) dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu bintik matahari(sunspot) yang berdaur ulang 11 tahun sekali, dimana akan mempengaruhi iklim/cuaca, sehingga memengaruhi output perekonomian, dan muaranya akan mempengaruhi output perekonomian nasional.
3. Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
Penemu: Nikolai D. Kondratief (1925)
Durasi: 48-60 tahun. Faktor yang memengaruhi : Invention dan Innovation Schumpeter menunjukkan bahwa siklus jangka panjang yang dialami di AS tahun 1787-1842 dipenngaruhi oleh penemuan & penerapan teknologi baru mesin uap dan melahirkan revolusi industri. Siklus panjang tahun 1843-1897 disebabkan penemuan kereta api.
2.3. Teori Penyebab Gelombang Konjungtor
1.      Jevons dan Moore (1923) : Fluktuasi kegiatan ekonomi terjadi karena adanya perubahan alam
2.      Pigou (1927): Fluktuasi kegiatan ekonomi terjadi karena adanya faktor psikologis para pelaku bisnis (harapan pesimistis atau optimistis)
3.      Malthus (1936): penyebab munculnya krisis ekonomi karena adanya kekurangan konsumsi (under consumption). Alasan: sektor industri manufaktur makin berkembang dan masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi pada sektor tersebut.
4.      Mitchell (1951): Fluktuasi kegiatan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari sistem ekonomi kapitalis-liberalis.
5.      Hawtrey (1928) dan Friedman (1957): Fluktuasi ekonomidisebabkan oleh sistem moneter dan sistem kredit.
6.      Shcumpeter (1934) menyebut penyebab utama tidak stabilnya inovasi teknologi.
7.      Lucas dan Barro (1976), Fisher (1979), dan Phelps (1997): Ekspektasi masyarakat yang rasional sebagai penyebab fluktuasi ekonomi.
8.      Keynes: Sistem moneter dan kredit bukan penyebab, tetapi merupakan akibat. Penyebab utama adalah tidak stabilnya investasi.·
9.      Siklus konjungtur kegiatan ekonomi menurut Ellis (1991) berbeda-beda.·Kondratif: setiap 50 tahun sekali·Juglar: 11 tahun sekali·Kitchin: 4 tahun sekali
10.  Batra (1990): 60 tahun sekali
11.  Mubyarto : 7 tahun sekali untuk perekonomian Indonesia (jawa : pitulungan)
Dibawah ini merupakan kurva konjungtur yang terjadi pada ekonomi :
Keterkaitan antara konsep flow dan konjungtur dalam kasus dunia nyata adalah mengenai aliran yang terjadi tentang konjungtur antara jumlah pertumbuhan yang stabil dengan pendapatan nasional sebenarnya. Maksud dari penjelasan diatas, terjadi aliran atau siklus yang terjadi pada ekonomi 4 sektor yaitu sektor rumah tangga, perusahaan, pemerintah dan luar negeri yang mengakibatkan kurva yang diperkirakan akan lurus seperti garis anggaran, malah justru membentuk kurva konjungtur.
Masalah perekonomian dalam suatu negara antara lain:
1. Pendapatan nasional dari sektor pajak dan sektor penghasilan lainnya mengalami penurunan yang tidak sesuai dengan harapan
2. Konsumsi rumah tangga yang tidak sesuai dengan perkirakan yang ditaksir pemerintah.
3. Faktor ekspor dan impor yang dilakukan suatu negara.
4. Kontraksi ekonomi yang terjadi disuatu negara, seperti inflasi, deflasi, melemahnya rupiah dll. Masalah-masalah diatas dapat menyebabkan kurva pendapatan nasional tidak sesuai dengan gambaran aslinya menjadi kurva konjungtur.
Berikut kejadian-kejadian di negara indonesia yang disebabkan karena kurva konjugtur : Kondisi Krisis Moneter 1997 dan Krisis Keuangan Global 2008. Dengan adanya penjelasaan diatas, kita harus menangani kurva konjungtur agar tidak berdampak resesi atau jangan juga selalu meningkat tetapi tiba-tiba merosot ke titik paling rendah.
Penanganan yang dilakukan yaitu : dengan melakukan kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan oleh pemerintah, mendorong konsumsi rumah tangga dengan cara menetapkan UMR sewajarnya, serta mendorong agar mata uang menguat terhadapmata uang asing dengan cara memperbaiki neraca pembayaran hutang terhadap luar negeri.


BAB 3
PENUTUP
3.1. Simpulan
1.      Teori konjungtur Menurut Sadono, konjungtur adalah kenyataan yang berlaku dalam perekonomian yang menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi mengalami kenaikan atau kemunduran yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
2.      Kegiatan Ekonomi dalam Gelombang Konjungtor terdiri atas : Menaik (recovery) = Pemulihan, Sampai pada puncak paling atas (prosperity) / Ekspansi, Menurun (recession) = kelesuan, Sampai puncak paling bawah (depression) = kemerosotan
3.      Durasi Siklus dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu 1. Siklus Jangka Pendek (Kitchin Cycle), 2. Siklus Jangka Menengah (Juglar Cycle), 3. Siklus Jangka Panjang (Kondratief Cycle)
3.2. Saran                                                
Mungkin inilah yang diwacanakan pada penulisan makalah kami,  kami meminta maaf apabila ada kesalahan penulisan dari makalah ini, kami meminta kritik dan saran dari rekan-rekan, karena kami sadari makalah yang kami buat jauh dari kata sempurna, semoga makalah ini bermanfaat dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Sistem Ekonomi Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Universitas Udayana. (2015, Oktober 21). Google Corporation. Retrieved Oktober 23, 2015, from http://www.fe.unud.ac.id: http://www.fe.unud.ac.id/ep/wp-content/uploads/15.-Peng-Ekonomi-Makro-EKU-1121.doc
Winbiewimpie. (2012, Nopember). Google Corporation. Retrieved Oktober 23, 2015, from Blogspot: http://winbiewimpie.blogspot.in/2012/11/konjungto-ekonomi.html

CONTOH MAKALAH PERSOALAN HUBUNGAN FUNGSIONAL DALAM ILMU

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
             Cakupan ilmu ekonomi sangat luas meliputi bagaimana upaya masyarakat, baik nasional maupun intemasional memenuhi kebutuhan dan mencapai kemakmuran. Dengan demikian, tidaklah mudah merumuskan definisi ilmu ekonomi yang tepat dan singkat. Namun pada dasarnya ilmu ekonomi membahas dua hal yang sangat penting, yaitu : 1). Sumber Daya yang Terbatas. Sumber daya atau biasa disebut faktor produksi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia maupun sumber daya modal jumlahnya sangat terbatas. Hal ini mengharuskan adanya pengalokasian atau pemilihan yang tepat atas sumber daya tersebut. Ilmu ekonomi adalah ilmu tentang memilih. 2). Kebutuhan manusia Terbatas sedangkan Keinginan tak terbatas. Kebutuhan manusia adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi untuk menjaga keberlangsungan hidup. Tiga hal yang harus dipenuhi adalah sandang, berpakaian rapi dan bersih, pangan, cukup makan sehari tiga kali, papan, memiliki rumah untuk berteduh.
            Definisi lainnya diperoleh dengan memandang ilmu ekonomi dari segi kegiatan ekonomi sehingga ilmu ekonomi dirumuskan sebagai suatu studi bagaimana individu dan masyarakat memilih menggunakan sumber-sumber langka (scarcity) jumlahnya untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa kemudian untuk didistribusikan kepada berbagai lapisan masyarakat guna memenuhi kebutuhan konsumsi. Pengertian ini lebih ditekankan kepada kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Ketiga kegiatan tersebut saling membutuhkan dan harus bekerja sama dalam memutar roda perekonomian yang efektif dan efisien.
            Namun banyak yang belum memahami secara rinci mengenai hukum-hukum dari perekonomian tersebut. Oleh karena itu penulis menyusun makalah sederhana berjudul ““Hubungan Fungsional Dalam Ilmu Ekonomi”

1.2  Rumusan Masalah
            Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas, kami merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana definisi hukum dalam perspektif Ilmu Ekonomi ?
2.      Bagaimana keterkaitan hukum dan ekonomi ?
3.      Apa saja jenis hukum ekonomi ?

1.3  Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan yang dapat diperoleh dari makalah ini antara lain :
1)      Agar dapat mengetahui definisi hokum dalam perspektif ilmu ekonomi
2)      Untuk memahami keterkaitan hukum dan ekonomi
3)      Untuk mengetahui jenis-jenis hukum ekonomi

1.4  Manfaat Penulisan
            Sedangkan manfaat dari penulisan makalah ini adalah :
1)      Agar dapat digunakan sebagai bahan bacaan oleh pembaca untuk menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang persoalan hukum ekonomi
2)      Agar para pembaca dapat memahami hukum ekonomi serta kaidah-kaidah pelaksanaanya.

BAB II
ISI
2.1 Definisi Hukum Dalam Perspektif Ekonomi
                        Definisi hukum kerap memberikan pandangan yang berbeda bagi setiap orang. Berbagai ahli hukum di belahan dunia mengartikan hukum dengan bahasa dan pandangan yang berbeda. Oleh karena itu setiap ahli hukum mempunyai batasan yang berlainan dengan ahli hukum lainnya (dalam Neltje, 1994).
            Menurut Purwosutjipto (dalam Raharja dan Sumantoro, 1992) menyatakan hukum adalah keseluruhan norma, yang oleh penguasa negara atau penguasa masyarakat yang berwenang menerapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat, dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
            Menurut Notohamidjojo (dalam Raharja dan Sumantoro, 1992) hukum adalah kompleks peraturan yang tertulis, yang biasanya bersifat memaksa untuk kelakuan manusia di dalam masyarakat yang berlaku dalam berjenis lingkungan hidup dan masyarakat negara (serta antarnegara), dengan tujuan mewujudkan keadilan, tata, serta damai.
Sedangkan menurut Hugo Grotius (dalam Raharja dan Sumantoro, 1992) hukum adalah aturan tentang tindakan moral yang mewajibkan apa yang benar. Menurut Thomas Hobbes (dalam Raharja dan Sumantoro, 1992) hukum adalah  perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lain.
 Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli
            Istilah ekonomi (economic) semula berasal dari perkataan Yunani oekonomeia, yang merupakan bentukan 2 kata: oikos berarti rumah tangga, dan nomos berarti aturan. Secara umum, ekonomi membicarakan tentang bagaimana manusia dapat bertahan hidup. Manusia bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhannya dengan keterbatasan alat pemenuhan kebutuhan yang dimilikinya. Kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan membuat tingkat kepuasan manusia semakin tinggi. Sedangkan alat pemenuhan kebutuhan tersebut bersifat terbatas, sehingga hal ini akan menimbulkan kelangkaaan.
            Menurut Bapak Ekonomi yaitu Adam Smith (dalam Salvatore, 2005) ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
            Paul A. Samuelson (dalam Salvatore, 2005) berpendapat bahwa ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan manusia dan memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan memdistribusikan untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
2.2 Keterkaitan Hukum dan Ekonomi
            Salah satu peranan hukum dalam perekonomian dapat dilihat dalam penerapan salah satu fungsi hukum yaitu, untuk menyediakan jalur-jalur bagi pembangunan (politik, ekonomi, hukum maupun sosial budaya). Di Indonesia hukum ekonomi juga memiliki peranan dalam pembangunan atau peningkatan perekonomian. Untuk dapat memaksimalkan peranan hukum ekonomi terhadap pembangunan maka perlu pula ditunjang dari sistem hukum ekonomi yang baik.
Ada 5 hal yang diharapkan dapat menunjang pembangunan ekonomi Indonesia yaitu :
  1. Menetapkan sistem ekonomi yang ideal dan yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia.
  1. Mempelajari ciri-ciri dan kekurangan-kekurangan sistem ekonomi Indonesia serta merencanakan perbaikan atau perubahan agar lebih mendekati sitem ekonomi yang dicita-citakan.
  1. Menganalisa hal-hal yang menjadi penghambat atau penghalang kemajuan ekonomi Indonesia.
  1. Memperbaiki unsur-unsur dalam sistem hukum agar lebih menunjang kegiatan ekonomi.
  1. Memperbaiki paradigma dan peraturan sebagai akibat globalisasi ekonomi agar dapat bersaing dengan pelaku ekonomi asing.

            Pemanfaatan sumber daya yang terbatas menyebabkan perlunya suatu perangkat hukum yang dapat mengatur agar semua pihak yang berkepentingan mendapat perlakuan yang adil dan agar tidak terjadi perselisihan diantara pelaku ekonomi. Fungsi hukum salah satunya adalah mengatur kehidupan manusia bermasyarakat di dalam berbagai aspek. Manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya. Manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu manusia melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Interaksi ini sering kali tidak berjalan dengan baik karena adanya benturan kepentingan diantara manusia yang berinteraksi. Agar tidak terjadi perselisihan maka harus ada kesepakatan bersama diantara mereka. Maka semua itu diatur dalam hukum atau peraturan perekonomian.
            Kegiatan ekonomi sebagai salah satu kegiatan sosial manusia juga perlu diatur dengan hukum agar sumber daya ekonomi, pemanfaatan dan kegiatannya dapat berjalan dengan baik dengan mempertimbangkan sisi keadilan bagi para pelaku ekonomi. Hukum atau peraturan perekonomian yang berlaku disetiap kelompok sosial atau suatu bangsa berbeda-beda tergantung kesepakatan yang berlaku pada kelompok sosial atau bangsa tersebut.
            Kaitan hukum dan ekonomi ialah hukum yang mengatur segala tindak perekonomian untuk tetap bisa memenuhi kebutuan manusia yang bersangkutan secara sistematis. Semua sistem tersebut akan berjalan dengan baik dan benar jika aspek hukum di tegakan dan para pelaku ekonomi tunduk dalam hukum tersebut.
2.3 Jenis-jenis Hukum Ekonomi
            Hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya (hukum ekonomi) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hubungan kausal dan fungsional. Namun, hukum ekonomi hanya akan berlaku dengan syarat-syarat tertentu. Para ahli ekonomi menyebutkan bahwa hukum ekonomi bersifat hipotesis. Artinya, suatu hukum ekonomi akan berlaku jika keadaan yang dihadapi sama dengan pada saat menyusun hukum ekonomi tersebut. Dengan kata lain, hukum ekonomi akan berlaku dengan keadaan ceteris paribus (faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan tidak berubah).
a)      Hubungan Kausal ( Sebab-Akibat)
            Hubungan Kausal adalah hubungan suatu peristiwa yang menyebabkan terjadinya peristiwa lain tetapi tidak berlaku sebaliknya.
Contoh :
-          Bila jumlah uang yang beredar naik akan mengakibatkan kenaikan harga. Namun tidak berlaku sebaliknya. bila harga naik belum tentu jumlah uang beredar bertambah.
-          Kenaikan gaji pegawai, biasanya menyebakan kenaikan harga. Dan tidak selalu ada kenaikan harga menyebabkan kenaikan gaji
-          apabila tarif listrik naik, maka harga makanan akan naik tetapi bila harga makanan naik, tidak selalu diakibatkan oleh kenaikan tarif listrik.
           
b)      Hubungan Fungsional
            Hubungan fungsional adalah hubungan antara dua atau lebih peristiwa ekonomi yang saling mempengaruhi satu sama lain. Misalnya dari segi penawaran, jika harga naik maka penawaran barang akan naik. Dan bila penwaran meningkat maka harga akan cenderung turun. Kemudian jika dilihat dari segi permintaan, jika harga naik, maka permintaan turun. Dan jika permintaan bertambah, maka harga cenderung naik.
Contoh :
-          Apabila harga beras terlalu tinggi, maka yang membeli beras (permintaan) akan berkurang. Dan jika yang membeli beras sedikit, maka harga beras turun lagi. Jadi harga beras dengan permintaan beras saling mempengaruhi
-          Bila harga suatu barang turun, Maka jumlah permintaan akan bertambah.

Hukum Permintaan ini akan berlaku apabila :
1. semua orang memerlukan/menyenangi barang yang sama
2. penghasilan seseorang tetap
3. tidak ada barang pengganti/subsititusi
4. harga barang lainnya tidak berubah
5.orang-orang tidak memikirkan kenaikan harga yang terus menerus.

            Hubungan fungsional seperti di atas akan terjadi bila memenuhi persyaratan tertentu, sehingga hanya merupakan hipotesis. Dalam hal ini, hukum ekonomi sebagaimana dimaksud akan berlaku apabila keadaan ceteris paribus, yaitu keadaan diluar yang berkaitan dengan hukum ekonomi yang bersangkutan ada dalam keadaan tetap (tidak berubah). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hukum ekonomi hanya merupakan kecenderungan karena terkait dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Misalnya saja, kita lihat hukum ekonomi yang berupa hukum permintaan. “Bila harga barang naik, maka permintaan akan barang menurun”
Menurut, Dominick Salvatore dan Eugene A. Diulio (1984), sebenarnya hukum-hukum ekonomi adalah abstraksi dan generalisasi dari kenyataan. Hal-hal tersebut dilakukan dengan mencoba menyisihkan berbagai unsur yang mempengaruhi kejadian ekonomi untuk sampai pada beberapa sebab-musabab atau faktor penent terpenting. Misalnya, inflasi dan harga-harga yang meningkat sebagai akibat dari banyak hal. Tetapi, jika kita dapat menyisikan beberapa faktor penentunya yang paling penting, kita mungkin dapat belajar untuk mengendalikannya dan karenanya dapat mencegah atau mengurangi inflasi.

BAB III
KESIMPULAN
3.1    Pengertian Hukum Dalam Perspektif Ilmu  Ekonomi
Kita ketahui bahwa kehidupan masyarakat dan kegiatannya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup merupakan hal yang mendorong timbulnya berbagai interaksi yang disebut sebagai peristiwa ekonomi. Hubungan antara peristiwa ekonomi yang satu dengan peristiwa ekonomi lainnya disebut sebagai hukum ekonomi.

3.2   Keterkaitan Hukum Dengan Ekonomi
Hukum ekonomi hanya akan berlaku jika memerlukan syarat-syarat tertentu. Para ahli ekonomi menyebutkan bahwa hukum ekonomi bersifat hipotesis. Artinya, suatu hukum ekonomi akan berlaku jika keadaan yang dihadapi sama dengan pada saat menyusun hukum ekonomi tersebut. Dengan kata lain, hukum ekonomi akan berlaku dengan keadaan ceteris paribus (faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan tidak berubah).

3.3   Jenis-Jenis Hukum Ekonomi
Hubungan antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya (hukum ekonomi) dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hubungan kasual dan yang menunjukkan hubungan fungsional.

       a)    Hubungan Kausal
Hubungan sebab dan akibat (hubungan kasual) menunjukkan keadaan bahwa suatau peristiwa yang terjadi merupakan akibat dari peristiwa lain yang terjadi sebelumnya. Misalnya, peristiwa A emnimbulkan peristiwa B; sehingga peristiwa B itu merupakan akibat dari peristiwa A.
Contoh konkritnya, peristiwa A adalah kegagalan panen bawang putih, peristiwa B adalah langkanya bawang putih di pasar. Hal ini berarti bahwa kegagalan panen bawang putih mengakibatkan langkanya bawang putih di pasar.

       b)    Hubungan Fungsional
Hubungan fungsional menunjukkan dua peristiwa atau lebih yang saling mempengaruhi. Misalnya, peristiwa A mempengaruhi peristiwa B, dan peristiwa B mempengaruhi peristiwa A.
DAFTAR PUSTAKA
Adji, Wahyu. 2007. Ekonomi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Erlangga

Yustika, Ahmad Erani. 2002. Memetakan Ekonomi Indonesia. Jakarta : Grasindo

Metode-Metode Dalam Ilmu Ekonomi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat banyak dan dengan adanya kehidupan manusia sudah jelas manusia mempunyai kebutuhan pokok dan hal itu dapat dibuktikan dikehidupan individu, kelompok kecil atau besar . dalam kaitannya kebutuhan tersebut  juga tidak terlepas dalam sebuah sitem perekonomian yang kami ambil di satu negara yakni indonesia. karna negara Indonesia mempunyai berbagai sistem dan struktur yang sudah ditetapkan, salah satunya  kami telah mendapatkan suatu tema dari sistem ekonomi Indonesia yang berjudul metode-metode ekonomi yang ada didalamnya .
Karena ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Maka dari itu untuk membantu mengelola sumber daya alam yang baik kami disini akan memberiakan suatu pembahasan mengenai metode-metode perekonomian di Indonesia .
1.2  Rumusan masalah
·         Apa yang dimaksud dengan metode-metode perekonomian di indonesia ?
·         Bagaimana indonesia khususnya warga negaranya mengetahui seperti apa saja metode yang dipakai dalam perekonomoian didalamnya ?
1.3  Tujuan

Ø  Agar setiap pembaca mengetahui definisi metode perekonomian di indonesia .
Ø  Agar setiap pembaca mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan dan  mengelola perekenomian untuk undividu dan kelompoknya .




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
               Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan berupa barang dan jasa yang bersifat langka serta memiliki kegunaan alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode-metode dalam ilmu ekonomi tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan Prihatin (1994:14-16) meliputi sebagai berikut.
1. Metode Induktif
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada di dalam realitas kehidupan. Realita tersebut mencakup setiap unsure kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat likal, dan sebagainya yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. Upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sampai diperoleh barang dan jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan yang dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat
2. Metode Deduktif
Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa jika persediaan barang dan jasa berkuranng dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang danjasa akan naik harganya. Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya Buolding (1955:12) menyebutnya sebagai metode experiment intelektual
3. Metode matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal secara matematis. Maksudnya bahwa dengan cara pemecahan soal-soal secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematikaterdapat kebiasaan yangdimulai pembahasan dalil dalil.Melalui pembahasan dalil-dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat diterima secara umum
4. Metode Statistika
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahanyang susungguhnya dapat diketahui permasalah yang sesungguhnya Selanjutnya dicarikan cara pemecahannya.Sebagai contoh,pembahasan mengenai pengangguran. Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diidentifikasi unsure-unsur yang berkaitan dengan pengangguran, misalnya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, tempat perusahaan beroperasi, rata-rata tempat tinggal para calon pekerja. Dari data yang terkumpul tersebut, seorang ahli ekonomi dapat menyusunanalisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah penganguran tersebut. selanjutnya, dari angka-angka statistik tersebut dapat ditentukan cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka-angka yang disajikan statistik.
BAB III
PENUTUPAN

3.1  Kesimpulan
            Berdasarkan pembahasan yang telah dibuat, kami menyimpulkan bahwa :
·         Metode ekonomi adalah suatu upaya manusia yang berguna untuk menyelasaikan permasalahan yang meliputi kebutuhan barang dan jasa .
·         Bahwasanya ilmu yang membahas tentang ekonomi sangat berguna untuk mengatur pemasuk dan pengeluaran .
·          ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat .

3.2 Kritik dan saran
§  Menurut pengamatan kami,di indonesia banyak hal-hal yang harus diketahui oleh setiap warga negaranya, salah satunya dalam sistem perekonomian indonesia. Kenapa dikatakan demikian, karna dalam dewasa ini perekonomian di indonesia harus mengarah ke suatu perubahan yang lebih baik .
§  Demkianlah makalah ini kami buat, untuk itu apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan apabila ada saran atau kritik yang ingin disampaikan, silahkan sampaikan kepada kami. Terima kasih



DAFTAR PUSTAKA


Popular Posts